|
Las Vegas - Dalam showcase Lenovo, yang digelar bertepatan dengan Consumer Electronic Show 2011, Las Vegas, detikINET berkesempatan mencicipi tablet LePad dan laptop hybrid U1.
LePad,
namanya mungkin berubah saat didistribusikan di luar China, adalah full
tablet pertama dari Lenovo yang menggunakan sistem operasi Android.
Perangkat ini pertama kali diperkenalkan pada 2010, namun ketika itu
masih menggunakan Linux.
Sedangkan U1 merupakan paket yang
menggabungkan LePad dalam sebuah laptop. Bagian layarnya bisa dicopot
menjadi LePad, sedangkan bagian bawahnya adalah notebook berbasis
Windows 7.
LePad
Kesan pertama yang
muncul saat detikINET mencobanya adalah layar sentuhnya yang sangat
responsif saat menjalankan Android. Agaknya Lenovo berhasil
mengoptimalkan prosesor Qualcomm Snapdragon di dalamnya dengan Android
2.2 dengan tampilan custom.
Layar pembuka LePad berupa sebuah
bidang yang dibelah empat. Di bagian tengahnya ada sebuah icon yang bisa
digeser untuk mengubah ukuran keempat bagian layar.
Setiap bagian layar itu memiliki fungsi yang berbeda. Dalam perangkat yang dicoba detikINET, masing-masing area menunjukkan aplikasi, koleksi musik, koleksi video dan e-book.
Jika
layar digeser, dengan menyapu jari di sepanjang permukaan layar, ke
kiri adalah tempat widget Lenovo. Sedangkan ke kanan akan membuka
koleksi aplikasi.
Lucunya, meski memakai Android, LePad tidak
memiliki akses ke Android Market. Namun instalasi aplikasi lewat .apk
tetap bisa dilakukan. Selain itu aplikasi juga tersedia lewat toko
aplikasi Lenovo.
Salah satu aplikasi yang berjalan adalah game
seperti Angry Birds. Selain itu kebanyakan aplikasi masih berbahasa
China, sesuai tempat peluncuran pertamanya.
U1
Jika
diletakkan pada dock U1, tablet LePad bisa berubah menjadi layar untuk
menjalankan sistem Windows 7 yang ada di U1. Hal ini dilakukan cukup
dengan menggeser sebuah switch di depan layar.
Perpindahan dari
Android ke Windows 7 terbilang lancar. Meskipun butuh waktu beberapa
saat di mana layar sempat gelap sepersekian detik.
Dalam modus
Windows 7, layar sentuh masih tetap bisa digunakan. Namun tingkat
responsifnya sedikit menurun dibandingkan saat memakai Android.
File yang tersimpan di dalam LePad bisa diakses melalui U1. Hal ini dilakukan lewat aplikasi LeNav dengan sistem sinkronisasi.
Saat
LePad dicopot kembali, tubuh U1 masih bisa digunakan secara penuh.
Cukup sambungkan ke monitor eksternal atau perangkat display lainnya,
perangkat dengan prosesor Intel ULV ini bisa bekerja normal.
Kesimpulannya,
LePad dan U1, bisa jadi alternatif tablet yang cukup baik. Tentunya
harus didukung oleh ketersediaan aplikasi serta konten.
Juga, tak
kalah penting, masih perlu dilihat apakah nantinya Lenovo bisa
menghadirkan perangkat 2-in-1 ini dalam skema harga yang 'masuk akal'.
Lenovo
mengatakan LePad dan U1 akan dipasarkan di China pada 2011 ini. Setelah
itu, kemungkinan perangkat ini akan dihadirkan secara global sesuai
kesiapan ekositem di masing-masing negara.
Di China, LePad akan
dijual pada kisaran RMB 3499 (kurang lebih Rp 4,75 juta), sedangkan U1
pada kisaran RMB 8888 (sekitar Rp 12 juta).
Spesifikasi:
Prosesor Qualcomm Snapdragon 1.3 Ghz (LePad)
Prosesor Intel CULV
Layar 10.1"
Koneksi 3G pada LePad
Sumber : detikinet
|